30 Jun, 2025
PENJAGA HUTAN #2: KOLABORASI UNTUK MENJAGA KEHJE SEWEN
Habitat Development
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga Hutan Kehje Sewen di Kalimantan Timur, kegiatan patroli gabungan yang dilaksanakan oleh Tim Pemberdayaan Masyarakat dan Tim Restorasi Ekosistem – Pengamanan, Perlindungan Hutan, dan Pencegahan Kebakaran (RE-PPHK) dari PT RHOI. Kegiatan ini dilakukan selama dua hari berturut-turut di dua jalur yang berbeda. Inisiatif bersama ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas tim dan pemangku kepentingan mampu menghadirkan solusi konkret dalam menghadapi ancaman terhadap ekosistem hutan dan nilai-nilai budaya lokal.
Awal Mula Kegiatan Patroli
Tim gabungan berangkat dari Kamp Nles Mamse pada pukul 10.00 waktu setempat untuk mengamankan jalur sepanjang kamp menuju area bernama Muara Soh. Setibanya di Muara Soh, tim melakukan dokumentasi dan pencatatan titik koordinat. Hasil patrol di hari pertama idak ditemukan indikasi pembalakan liar, perburuan satwa, penambangan, aktivitas masyarakat, maupun tanda-tanda pendukung kegiatan ilegal di area patroli. Perjalanan kembali ke Kamp Nles Mamse selesai pada pukul 19.00.
Baca juga: ‘HIDDEN GEMS’ DARI HUTAN KEHJE SEWEN
Keesokan harinya, patroli berlanjut dari Kamp Nles Mamse ke kawasan bernama SKA mulai pukul 12.00 setempat, dimulai dari titik rilis orangutan Edgar dengan berjalan kaki. Tim tiba di lokasi pukul 14.00 dan langsung melakukan dokumentasi beberapa titik indikasi tambang. Tim kemudian memasang plang larangan aktivitas tambang. Namun, di area tersebut tidak ditemukan aktivitas ilegal atau potensi kerusakan yang teridentifikasi selama kegiatan berlangsung. Tim kami hanya menemukan bekas-bekas tambang ilegal yang terlihat sudah lama ditinggalkan dan tidak digunakan lagi. Tim kami selesai pukul 16.00 dan kembali ke Kamp Nles Mamse.
Kolaborasi untuk Cegah Konflik dan Kerusakan
Kegiatan ini lebih dari sekadar patroli—ini adalah pendekatan kolaboratif yang melibatkan tidak hanya tim teknis internal PT RHOI, tetapi juga para tetua adat Dayak Wehea dari tiga desa binaan yang berbatasan langsung dengan wilayah kerja Kehje Sewen. Kolaborasi ini bertujuan untuk meminimalkan risiko konflik terkait tambang ilegal, yang dapat menyebabkan kerusakan serius terhadap lingkungan dan nilai-nilai budaya masyarakat adat.
Baca juga: PENJAGA HUTAN #1: MELINDUNGI EKOSISTEM KEHJE SEWEN
Dalam patroli ini, masyarakat yang melakukan aktivitas penambangan juga diberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem, serta diingatkan untuk tidak menggunakan peralatan berbahaya yang dapat merusak dan mencemari lingkungan. Plang peringatan pun dipasang di titik-titik batas kawasan untuk secara tegas melarang aktivitas penambangan ilegal.
Komitmen Bersama dalam Restorari Ekosistem
Melalui sinergi antara keahlian teknis RE-PPHK, pendekatan sosial dari pemberdayaan Masyarakat, dengan tidak melupakan kearifan lokal masyarakat adat, PT RHOI memperkuat komitmen dalam menjaga kawasan Hutan Kehje Sewen. Kegiatan patroli ini bukan sekadar penegakan aturan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesadaran, rasa hormat, dan tanggung jawab bersama dalam merawat hutan yang menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati.
Bersama, kita tidak hanya menjaga lahan—kita juga melindungi kehidupan, warisan budaya, dan masa depan yang lebih harmonis antara manusia dan alam.
Teks oleh: Tim Pemberdayaan Masyarakat di Muara Wahau, Kalimantan Timur