• Orangutan
    • Mengapa Orangutan
    • Habitat Orangutan
      • Tentang Habitat Orangutan
      • Peran Penting
    • Ancaman Terhadap Orangutan
    • FAQ Orangutan
  • Tentang Kami
    • Pekerjaan Kami
      • Reintroduksi Satwa
      • Restorasi Ekosistem
    • Tim Kami
    • Sejarah
    • Karir
    • FAQ RHOI
  • Galeri
  • Publikasi
  • Narahubung
ID
EN ID
MENU
  • Orangutan
    • Mengapa Orangutan
    • Habitat Orangutan
      • Tentang Habitat Orangutan
      • Peran Penting
    • Ancaman Terhadap Orangutan
    • FAQ Orangutan
  • Tentang Kami
    • Pekerjaan Kami
      • Reintroduksi Satwa
      • Restorasi Ekosistem
    • Tim Kami
    • Sejarah
    • Karir
    • FAQ RHOI
  • Galeri
  • Publikasi
  • Narahubung
English Indonesia
Kembali ke Cerita
10 Jul, 2023

AKTIVITAS ‘RUMAH BELAJAR’ DI DESA DEA BEQ

Pemberdayaan Masyarakat

Sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat kami di Kalimantan Timur, Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (BOS) Bersama dengan BOS Swiss (Switzerland) menjalankan ‘Rumah Belajar’, sebuah kegiatan Pendidikan untuk anak-anak di desa binaan. Topik yang diajarkan melalui Rumah Belajar di desa ini memuat materi pelajaran untuk anak-anak dari tingkat sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah dan biasanya mencakup mata pelajaran pengetahuan umum. Kegiatan Rumah Belajar biasanya dilakukan dua kali seminggu di halaman gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 018 Desa Dea Beq dari pukul empat sampai lima petang. 

Karena berlangsung pada sore hari, tidak jarang anak-anak yang ikut dalam kegiatan ini adalah mereka yang telah puas bermain dengan teman-temannya. Bau keringat senantiasa menemani kami selama kegiatan Rumah Belajar berlangsung. Meski begitu, anak-anak ini tetap terlihat antusias saat mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas atau kuis yang diberikan. Terkadang, beberapa dari mereka datang dan pergi di tengah-tengah kegiatan Rumah Belajar untuk sekadar membeli jajanan sebagai teman belajar mereka. 

Biasanya, kegiatan akan dimulai dengan berdoa terlebih dahulu. Beberapa anak laki-laki yang hadir pasti akan berebutan untuk menjadi pemimpin doa, sedangkan anak-anak perempuan cenderung malu-malu jika ditunjuk untuk memimpin doa secara bergantian. Duduk beralaskan rumput, serasah, dan tanah sudah biasa bagi mereka. “Biar lebih menyatu dengan alam” kata mereka. Kotor dan panas tidak mengurangi semangat mereka untuk belajar. 

Nyatanya, tidak hanya anak-anak ini yang belajar dari kegiatan ini. Selama menjadi pengajar dalam kegiatan ini, aku pun mendapatkan banyak pelajaran saat menemani mereka belajar. Sebagai contoh, setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda dan sebagai pengajar, aku juga harus menggunakan pendekatan yang berbeda saat ingin menyampaikan masukan kepada mereka. Meskipun mereka berbeda satu dengan lainnya, mereka tetap berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang.

Pernah pada suatu sore, peserta Rumah Belajar cukup ramai. Saking aktif dan antusiasnya mereka, beberapa kali kami harus meninggikan suara demi menenangkan mereka. Selain itu, kami juga pernah kewalahan untuk menyamakan energi dengan anak-anak tersebut. Bagaimana tidak, materi yang sudah kami siapkan jauh-jauh hari harus kami ubah seketika demi menyesuaikan dengan kebutuhan anak-anak yang hadir dalam kegiatan tersebut. 

Beberapa materi yang pernah kami ajarkan contohnya adalah baca, tulis, dan berhitung. Kami juga pernah mengajarkan anak-anak tersebut untuk berbicara dalam bahasa Inggris lewat metode perkenalan diri. Meski melelahkan, kegiatan ini juga menyenangkan. Melihat senyum dan tawa anak-anak tersebut membuat kami kecanduan untuk terus berbagi ilmu dengan mereka. 

“Terima kasih, Kak. Hati-hati di jalan. Besok kita belajar lagi ya, Kak,” kata-kata ini yang selalu menjadi penyejuk setiap kali kami mengakhiri kegiatan Rumah Belajar kami. 

Teks oleh: Nur Syamsiah, Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muara Wahau (2018-2023), Kalimantan Timur
 

  • Share
  • Logo Facebook
  • Logo Twitter

Cerita Lainnya

Pemberdayaan Masyarakat
MENJAGA HUTAN, MEMBANGUN MASYARAKAT
11 Mei 2026
Pemberdayaan Masyarakat
MENGINTIP RUMAH ADAT LAMIN
01 Juli 2024
Pemberdayaan Masyarakat
PERTEMUAN “RUMAH BELAJAR” YANG MENYENANGKAN DI MUARA WAHAU
02 September 2024
PT. Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (PT. RHOI) didirikan oleh Yayasan BOS pada tanggal 21 April 2009 untuk menyediakan tempat aman yang permanen bagi orangutan agar mereka dapat hidup dalam kebebasan.
MENU
  • Orangutan
  • Tentang Kami
  • Galeri
  • Publikasi
  • Narahubung
DAPATKAN BERITA TERBARU KAMI

Dapatkan pembaruan eksklusif tentang pekerjaan kami dan bagaimana Anda dapat membantu.

KERJA SAMA
Copyright ©2026 RHOI. All RIghts Reserved. Site by Site by WEBARQ
Narahubung