14 Sep, 2026
MENYESUAIKAN LANGKAH DI TENGAH TANTANGAN ALAM
Dukungan Konservasi
Menjaga kawasan konservasi tidak hanya dilakukan melalui pemantauan dari balik meja. Bagi PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI), sebagian besar pekerjaan berlangsung langsung di lapangan, menyusuri kawasan hutan yang luas dengan kondisi medan dan cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Patroli rutin menjadi salah satu cara tim memastikan kondisi kawasan tetap terpantau. Namun, perjalanan di dalam hutan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Kondisi jalan, hujan, longsor, dan perubahan debit sungai dapat memengaruhi jalur yang harus dilalui serta keputusan yang perlu diambil tim di lapangan.
Salah satu pengalaman tersebut terjadi ketika tim melakukan pemeriksaan di kawasan hulu Sungai SKA pada pertengahan Juli 2026.
Ketika Jalur Darat Tidak Lagi Bisa Dilalui
Perjalanan dimulai sekitar pukul 08.00 menggunakan sepeda motor. Jalur menuju kawasan hulu Sungai SKA memiliki medan yang berliku dan cukup curam, sehingga tim harus melangsir kendaraan satu per satu untuk melewati beberapa bagian yang sulit dilalui.
Perjalanan kemudian menghadapi tantangan lain ketika sebagian jalur darat terputus akibat longsoran tanah. Kondisi tersebut membuat tim tidak dapat melanjutkan perjalanan menggunakan jalur yang biasa digunakan. Untuk mencapai area yang masih perlu dipantau, tim kemudian harus menyusuri dan menyeberangi Sungai SKA.
Menyeberangi sungai di tengah kawasan hutan tentu membutuhkan kehati-hatian. Bebatuan yang licin, kedalaman air yang tidak seragam, serta arus yang cukup deras membuat setiap langkah perlu diperhitungkan.
Dalam perjalanan tersebut, seorang anggota tim sempat kehilangan pijakan akibat derasnya arus dan hampir terbawa aliran sungai. Berkat respons cepat anggota tim lainnya, ia berhasil diselamatkan dan perjalanan dapat dilanjutkan dengan lebih berhati-hati.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa kondisi medan merupakan salah satu faktor penting yang harus selalu diperhitungkan dalam setiap kegiatan patroli.
Membaca Kondisi Alam Sebelum Melangkah Lebih Jauh
Patroli di kawasan hutan membutuhkan kemampuan untuk menyesuaikan rencana dengan kondisi yang ditemui di lapangan. Tujuan pemantauan tetap penting, tetapi keselamatan tim menjadi pertimbangan utama dalam menentukan apakah perjalanan dapat dilanjutkan atau perlu dihentikan.
Ketika melakukan pemantauan di sepanjang Sungai SKA, kondisi cuaca kemudian berubah dan curah hujan meningkat. Hujan di kawasan hulu dapat memengaruhi debit sungai dan kondisi jalur yang sebelumnya masih dapat dilalui.
Tim kemudian mempertimbangkan risiko jika perjalanan diteruskan lebih jauh ke arah hulu. Jalur yang telah dilalui dapat kembali tergenang atau tertutup oleh peningkatan debit air, sehingga berpotensi menyulitkan perjalanan kembali. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, tim memutuskan untuk berbalik menuju titik awal.
Keputusan untuk kembali bukan berarti kegiatan patroli tidak berhasil. Justru kemampuan untuk mengenali perubahan kondisi dan mengambil keputusan yang tepat merupakan bagian penting dari pekerjaan di lapangan.
Keselamatan dan Adaptasi Menjadi Bagian dari Patroli
Kegiatan pemantauan kawasan konservasi tidak selalu tentang seberapa jauh tim dapat masuk ke dalam hutan. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan untuk mencapai tujuan pemantauan dengan tetap mempertimbangkan keselamatan seluruh anggota tim.
Kondisi alam dapat berubah dalam waktu singkat. Jalur yang dapat dilalui pada pagi hari belum tentu memiliki kondisi yang sama beberapa jam kemudian, terutama ketika hujan turun di kawasan hulu.
Karena itu, tim RHOI perlu terus menyesuaikan rute, memperhatikan kondisi medan, dan mengevaluasi risiko selama perjalanan. Dalam situasi tertentu, keputusan untuk mengubah rencana atau kembali ke titik awal merupakan bagian dari strategi untuk memastikan kegiatan pemantauan dapat dilakukan secara aman dan berkelanjutan.
Menjaga kawasan konservasi memang membutuhkan kehadiran langsung di lapangan. Namun, menjaga mereka yang bekerja di dalamnya juga sama pentingnya.
Pengalaman di Sungai SKA menjadi pengingat bahwa konservasi bukan hanya tentang melindungi hutan dan satwa yang ada di dalamnya. Di balik setiap kegiatan pemantauan, terdapat tim yang harus memahami medan, membaca perubahan alam, bekerja sama, dan membuat keputusan yang tepat agar tugas dapat terus dilakukan dengan aman.
Text by: Tim REPPHK, PT RHOI, Kalimantan Timur