• Orangutan
    • Mengapa Orangutan
    • Habitat Orangutan
      • Tentang Habitat Orangutan
      • Peran Penting
    • Ancaman Terhadap Orangutan
    • FAQ Orangutan
  • Tentang Kami
    • Pekerjaan Kami
      • Reintroduksi Satwa
      • Restorasi Ekosistem
    • Tim Kami
    • Sejarah
    • Karir
    • FAQ RHOI
  • Galeri
  • Publikasi
  • Narahubung
ID
EN ID
MENU
  • Orangutan
    • Mengapa Orangutan
    • Habitat Orangutan
      • Tentang Habitat Orangutan
      • Peran Penting
    • Ancaman Terhadap Orangutan
    • FAQ Orangutan
  • Tentang Kami
    • Pekerjaan Kami
      • Reintroduksi Satwa
      • Restorasi Ekosistem
    • Tim Kami
    • Sejarah
    • Karir
    • FAQ RHOI
  • Galeri
  • Publikasi
  • Narahubung
English Indonesia
Kembali ke Cerita
20 Nov, 2023

SI HIJAU BERJAMBUL YANG PANDAI DALAM BERSEMBUNYI

Keanekaragaman Hayati

test lagi

Bunglon jambul (Bronchocela cristatella) termasuk ke dalam keluarga Agamidae. Menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), bunglon ini masuk ke dalam “Least concern” atau berisiko rendah.

Namun, data ini juga bisa disebabkan karena kurangnya data identifikasi mengenai bunglon jenis ini. Berbeda dari IUCN, Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) memasukkan status konservasi bunglon jambul ke dalam daftar “appendix II” atau tidak boleh diperdagangkan dalam jumlah yang banyak karena akan menurunkan populasinya di alam liar. Sayangnya, bunglon jenis ini masih banyak diperdagangkan dan banyak dipelihara sebagai koleksi terutama oleh para pecinta reptil.

Baca juga: SI ULAR PUCUK

Satwa monogami ini biasanya tersebar di Kepulauan Nikobar, Semenanjung Malaya, Asia Tenggara termasuk Indonesia, hingga Filipina. Ia tinggal di dalam hutan primer, sekunder, maupun area yang dekat dengan pemukiman. Ia juga merupakan satwa diurnal atau satwa yang aktif mencari makanannya di siang hari. Kebiasaannya dalam mengonsumsi semua jenis serangga menjadikannya salah satu predator alami hama tumbuhan di alam. 

Bunglon jambul jantan memiliki gerigi yang lebih menonjol pada bagian tengkuknya dika dibandingkan dengan betina. Mereka umumnya berwarna hijau terang dengan sedikit warna kebiruan pada tubuhnya. Ketika merasa terancam maupun tertarik dengan lawan jenisnya, bunglon jambul akan mengubah warna kulitnya menjadi cokelat gelap. Warna ini juga lah yang menjadikannya nyaman bersarang di atas pepohonan atau batang-batang pohon yang lebat agar terhindar dari predator alaminya, yaitu ular dan elang. Selain itu, kemampuannya dalam berkamuflase cukup membantunya menghindar dari predator alami tersebut. 

Teks oleh: Tim PRM di Kamp Lesik, Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur

  • Share
  • Logo Facebook
  • Logo Twitter

Cerita Lainnya

Keanekaragaman Hayati
LINDUNGI AYAM PEGAR KALIMANTAN!
26 Juni 2023
Keanekaragaman Hayati
HARMONI DENGAN ALAM DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
22 Mei 2025
Keanekaragaman Hayati
OWA KALAWAT, PRIMATA ENDEMIK KALIMANTAN YANG TERANCAM PUNAH
19 Desember 2022
PT. Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (PT. RHOI) didirikan oleh Yayasan BOS pada tanggal 21 April 2009 untuk menyediakan tempat aman yang permanen bagi orangutan agar mereka dapat hidup dalam kebebasan.
MENU
  • Orangutan
  • Tentang Kami
  • Galeri
  • Publikasi
  • Narahubung
DAPATKAN BERITA TERBARU KAMI

Dapatkan pembaruan eksklusif tentang pekerjaan kami dan bagaimana Anda dapat membantu.

KERJA SAMA
Copyright ©2026 RHOI. All RIghts Reserved. Site by Site by WEBARQ
Narahubung