29 Jul, 2024
MENGENAL SI PERENANG IMUT, SERO AMBRANG
Keanekaragaman Hayati
Kali ini, tim Post-Release Monitoring (PRM) kami bertemu mamalia kecil yang menjadi penghuni sungai Hutan Kehje Sewen. Siapakah dia? Apakah kalian bisa menebaknya? Benar sekali! Ia adalah berang-berang (Aonyx cinereus).
Di Indonesia, penghuni sungai yang imut ini juga sering disebut dengan nama sero ambrang. Wajah imut dan kemampuan berenangnya yang lihai memudahkan kami dalam mengidentifikasi mamalia tersebut. Hewan ini tersebar di Asia Selatan dan Tenggara. Sementara itu, ia juga dikenal dengan sebutan dengen di Kalimantan. Beberapa ciri yang membedakan sero ambrang dengan hewan dalam familinya adalah ukuran tubuhnya yang kecil dan cakar pendek, ia dinyatakan sebagai berang-berang paling kecil.
Faktanya, sero ambrang adalah karnivora yang menyukai ikan, kepiting, udang, kerang, keong bahkan hewan amfibi yang dapat ditemukan di perairan air tawar. Kakinya yang pendek dengan selaput renang yang tidak tertutup penuh di antara jari-jarinya, memudahkan ia berenang dan mencari mangsa di dalam air, kaki depannya juga cenderung digunakan untuk menangkap mangsanya, berbeda dengan jenis berang-berang lainnya yang menggunakan mulutnya. Ia juga memanfaatkan kaki depannya untuk menggali lumpur dan pasir saat mencari berbagai jenis kerang dan kepiting. Selain itu, ia juga memiliki kemampuan dalam bermanuver saat berenang, kemampuan ini berguna untuk menangkap mangsa dan menghindar dari predatornya seperti buaya dan ular.
BACA JUGA: SERO AMBRANG YANG LANGKA DI JUQ KEHJE SEWEN
Sero ambrang merupakan hewan yang cukup cerewet, mereka menggunakan berbagai vokalisasi untuk berkomunikasi, mengekspresikan emosi, dan mengkoordinasi aktivitas kelompok saat terdapat ancaman atau mencari makan. Suara yang mereka keluarkan seperti suara siulan yang berbunyi “Nyitt Nyitt Nyitt”. Sero ambrang merupakan hewan yang aktif saat senja, fajar, dan malam terang bulan (krepuskular). Kebiasaan berburu dan aktivitas bergerak yang tergolong sering hampir sepanjang saat ia terbangun disebabkan oleh metabolismenya yang tinggi. Oleh karena itu hewan ini memerlukan banyak energi, ia dapat mengkonsumsi makanan kira-kira 20% dari berat tubuhnya per hari. Keunikan lainnya, ia gemar mencuci makanannya sebelum disantap.
Kebanyakan hewan berkelompok tidak terlalu setia, sero ambrang justru merupakan hewan sosial yang setia terhadap pasangannya hingga seumur hidupnya (monogami), sepasang sero ambrang akan saling membantu dalam merawat anaknya. Ketika betina sudah siap untuk kawin, ia akan lebih sering menggosok tubuh, mengeluarkan bau dari kelenjar di pangkal ekornya, dan mulai menandai wilayah (marking) pada batang kayu atau vegetasi didekatnya. Perilaku menggosok tubuh juga biasa dilakukan saat setelah makan.
BACA JUGA: JELARANG BILALANG: SI BAJING PEMALU
Persebaran sero ambrang sangat luas antara lain di Cina, India, dan wilayah Asia Tenggara khususnya di Indonesia yang terdapat di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Namun, saat ini populasinya terus berkurang hampir di seluruh wilayah persebarannya. Hal ini disebabkan oleh kerusakan habitat, eksploitasi habitat, berkurangnya lahan basah, serta pencemaran air sungai oleh pestisida yang dapat menerunkan populasi pakan sero ambrang.
Setiap mamalia memiliki tantangan dalam menghasilkan keturunan dengan berbagai ancaman yang ada. Kami berharap populasi sero ambrang terus lestari sebagaimana mereka adalah bagian dari ekosistem Hutan Kehje Sewen.
Teks oleh: Tim PRM di Kamp Lesik, Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur