• Orangutan
    • Mengapa Orangutan
    • Habitat Orangutan
      • Tentang Habitat Orangutan
      • Peran Penting
    • Ancaman Terhadap Orangutan
    • FAQ Orangutan
  • Tentang Kami
    • Pekerjaan Kami
      • Reintroduksi Satwa
      • Restorasi Ekosistem
    • Tim Kami
    • Sejarah
    • Karir
    • FAQ RHOI
  • Galeri
  • Publikasi
  • Narahubung
ID
EN ID
MENU
  • Orangutan
    • Mengapa Orangutan
    • Habitat Orangutan
      • Tentang Habitat Orangutan
      • Peran Penting
    • Ancaman Terhadap Orangutan
    • FAQ Orangutan
  • Tentang Kami
    • Pekerjaan Kami
      • Reintroduksi Satwa
      • Restorasi Ekosistem
    • Tim Kami
    • Sejarah
    • Karir
    • FAQ RHOI
  • Galeri
  • Publikasi
  • Narahubung
English Indonesia
Kembali ke Cerita
21 Jul, 2025

KAMERA TRAP MENGUNGKAP KEBERADAAN BIODIVERSITAS YANG MELIMPAH

Habitat Development

Camera Trap Installation
Kijang (Muntjacus spp.)
Neofelis nebulosa
Lutung merah (Presbytis rubicunda)
Ayam pegar kalimantan (Lophura Ignita)
Viverra tangalunga
Hemigalus derbyanus
Kijang (Muntjacus spp.)
Beruang madu (Helarctos malayanus)
Nisaetus nanus
Rheithrosciurus macrotis
Ayam pegar kalimantan (Lophura ignita)

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi pemantauan satwa liar telah mengalami kemajuan pesat, salah satunya ialah teknologi kamera jebak. PT. Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (PT. RHOI) telah memasang 6 kamera inframerah Bushnell di Hutan Kehje Sewen sejak tahun 2024. 

Cara Kerja Kamera Jebak

Meskipun namanya adalah “Kamera Jebak”, teknologi ini tidak membahayakan satwa liar sama sekali. Kamera jebak merupakan teknologi non-invasif yang dinilai efektif untuk pemantauan satwa liar, termasuk orangutan. Tanpa harus berada di tempat, temuan konservasi yang satu ini dapat melakukan observasi perilaku orangutan dalam jangka waktu 30–60 hari di tempat terpencil dan sulit dijangkau sekalipun. Selain itu, kamera ini juga sudah bisa menyediakan data mengenai keberadaan, perilaku, siklus hidup, sampai dengan pola interaksi antarsatwa satu sama lain. 

Baca juga: HARMONI DENGAN ALAM DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Kamera jebak bukanlah perangkat rumit seperti yang mungkin dibayangkan. Alat konservasi inovatif ini sebenarnya ialah kamera biasa yang dilengkapi dengan sensor inframerah. Cara kerja kamera ini adalah dengan mendeteksi gerakan dan secara otomatis menangkap gambar dari hewan yang melintas. Metode yang tidak mengganggu ini memungkinkan para peneliti mendokumentasikan beragam aktivitas hewan tanpa mengganggu rutinitas alami mereka.

Pemasangan Kamera Jebak

Kamera jebak ini ditempatkan secara strategis di 6 titik di Hutan Kehje Sewen. Kamera ini dipasang di beberapa titik dengan asumi bahwa titik tersebut adalah jalur yang lumayan sering dilintasi oleh satwa liar, penghuni Hutan Kehje Sewen berdasarkan beberapa temuan dari tanda-tanda keberadaannya. Area ini mencakup sebagian besar pedalaman hutan yang sulit dijangkau oleh manusia sekalipun secara teratur. 

Kamera-kamera tersebut ditempatkan di dalam kotak yang dapat dikunci. Hal ini dilakukan dengan asumsi bahwa orangutan rehabilitan yang memiliki rasa penasaran lebih dibandingkan orangutan liar akan menganggap kamera ini adalah objek menarik untuk diselidiki. Pengambilan data secara teratur dilakukan dengan mengganti kartu SD dan penggantian baterai. Data gambar yang sudah tersimpan dalam kartu SD akan diunduh, disimpan di hard drive, dan secara teratur dikirimkan dari lapangan ke tim di kantor pusat PT. RHOI.

Gambar Satwa yang Tertangkap oleh Kamera Jebak

Meski tujuan utamanya ialah untuk melakukan pemantauan orangutan, kamera jebak telah berhasil merekam banyak satwa liar sejak pemasangannya dimulai. Mulai dari beruang madu (Helarctos malayanus), lutung merah (Presbytis rubicunda), kijang (Muntjacus spp.), sampai dengan ayam pegar kalimantan (Lophura ignita) yang keberadaannya kini diketahui sangatlah langka. Informasi ini tentu membantu PT. RHOI dan mitranya untuk memantau kesehatan populasi satwa dan menilai efektivitas langkah-langkah perlindungan habitat.

Baca juga: LINDUNGI AYAM PEGAR KALIMANTAN! 

Penggunaan kamera jebak tentunya sangat membantu para peneliti untuk mengumpulkan informasi penting yang mendukung upaya pelestarian orangutan dan satwa liar lainnya di Hutan Kehje Sewen, sekaligus memastikan bahwa satwa tetap tidak terganggu di lingkungan alaminya.

Teks oleh: Tim Komunikasi Kantor Pusat BOS, Bogor, Jawa Barat

  • Share
  • Logo Facebook
  • Logo Twitter

Cerita Lainnya

Habitat Development
HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 2024
05 Juni 2024
Habitat Development
HIDUP SEHAT, HARMONI DENGAN HUTAN
21 Maret 2023
Habitat Development
RUMAH UNTUK ORANGUTAN, JUGA RUMAH UNTUK SEMUA CIPTAAN
08 Juli 2024
PT. Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (PT. RHOI) didirikan oleh Yayasan BOS pada tanggal 21 April 2009 untuk menyediakan tempat aman yang permanen bagi orangutan agar mereka dapat hidup dalam kebebasan.
MENU
  • Orangutan
  • Tentang Kami
  • Galeri
  • Publikasi
  • Narahubung
DAPATKAN BERITA TERBARU KAMI

Dapatkan pembaruan eksklusif tentang pekerjaan kami dan bagaimana Anda dapat membantu.

KERJA SAMA
Copyright ©2026 RHOI. All RIghts Reserved. Site by Site by WEBARQ
Narahubung