21 Jul, 2025
KAMERA TRAP MENGUNGKAP KEBERADAAN BIODIVERSITAS YANG MELIMPAH
Habitat Development
Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi pemantauan satwa liar telah mengalami kemajuan pesat, salah satunya ialah teknologi kamera jebak. PT. Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (PT. RHOI) telah memasang 6 kamera inframerah Bushnell di Hutan Kehje Sewen sejak tahun 2024.
Cara Kerja Kamera Jebak
Meskipun namanya adalah “Kamera Jebak”, teknologi ini tidak membahayakan satwa liar sama sekali. Kamera jebak merupakan teknologi non-invasif yang dinilai efektif untuk pemantauan satwa liar, termasuk orangutan. Tanpa harus berada di tempat, temuan konservasi yang satu ini dapat melakukan observasi perilaku orangutan dalam jangka waktu 30–60 hari di tempat terpencil dan sulit dijangkau sekalipun. Selain itu, kamera ini juga sudah bisa menyediakan data mengenai keberadaan, perilaku, siklus hidup, sampai dengan pola interaksi antarsatwa satu sama lain.
Baca juga: HARMONI DENGAN ALAM DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Kamera jebak bukanlah perangkat rumit seperti yang mungkin dibayangkan. Alat konservasi inovatif ini sebenarnya ialah kamera biasa yang dilengkapi dengan sensor inframerah. Cara kerja kamera ini adalah dengan mendeteksi gerakan dan secara otomatis menangkap gambar dari hewan yang melintas. Metode yang tidak mengganggu ini memungkinkan para peneliti mendokumentasikan beragam aktivitas hewan tanpa mengganggu rutinitas alami mereka.
Pemasangan Kamera Jebak
Kamera jebak ini ditempatkan secara strategis di 6 titik di Hutan Kehje Sewen. Kamera ini dipasang di beberapa titik dengan asumi bahwa titik tersebut adalah jalur yang lumayan sering dilintasi oleh satwa liar, penghuni Hutan Kehje Sewen berdasarkan beberapa temuan dari tanda-tanda keberadaannya. Area ini mencakup sebagian besar pedalaman hutan yang sulit dijangkau oleh manusia sekalipun secara teratur.
Kamera-kamera tersebut ditempatkan di dalam kotak yang dapat dikunci. Hal ini dilakukan dengan asumsi bahwa orangutan rehabilitan yang memiliki rasa penasaran lebih dibandingkan orangutan liar akan menganggap kamera ini adalah objek menarik untuk diselidiki. Pengambilan data secara teratur dilakukan dengan mengganti kartu SD dan penggantian baterai. Data gambar yang sudah tersimpan dalam kartu SD akan diunduh, disimpan di hard drive, dan secara teratur dikirimkan dari lapangan ke tim di kantor pusat PT. RHOI.
Gambar Satwa yang Tertangkap oleh Kamera Jebak
Meski tujuan utamanya ialah untuk melakukan pemantauan orangutan, kamera jebak telah berhasil merekam banyak satwa liar sejak pemasangannya dimulai. Mulai dari beruang madu (Helarctos malayanus), lutung merah (Presbytis rubicunda), kijang (Muntjacus spp.), sampai dengan ayam pegar kalimantan (Lophura ignita) yang keberadaannya kini diketahui sangatlah langka. Informasi ini tentu membantu PT. RHOI dan mitranya untuk memantau kesehatan populasi satwa dan menilai efektivitas langkah-langkah perlindungan habitat.
Baca juga: LINDUNGI AYAM PEGAR KALIMANTAN!
Penggunaan kamera jebak tentunya sangat membantu para peneliti untuk mengumpulkan informasi penting yang mendukung upaya pelestarian orangutan dan satwa liar lainnya di Hutan Kehje Sewen, sekaligus memastikan bahwa satwa tetap tidak terganggu di lingkungan alaminya.
Teks oleh: Tim Komunikasi Kantor Pusat BOS, Bogor, Jawa Barat