05 Okt, 2026
EKSPEDISI PEMANTAUAN POTENSI KEBAKARAN
Dukungan Konservasi
Sebagai pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan untuk kegiatan Restorasi Ekosistem (PBPH-RE), PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI) memiliki tanggung jawab untuk menjaga kawasan hutan dan memastikan fungsi ekosistemnya tetap terlindungi.
Salah satu upaya yang dilakukan secara rutin adalah ekspedisi pengamanan dan pemantauan risiko kebakaran hutan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi potensi ancaman sejak dini, memetakan kondisi di lapangan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Pemantauan Jalur Rawan
Pencegahan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan pemantauan jarak jauh. Data dari citra satelit dan pemantauan lapangan saling melengkapi, sementara patroli langsung diperlukan untuk memeriksa kondisi kawasan dan mengetahui situasi yang tidak selalu dapat terlihat dari data penginderaan jauh.
Dalam ekspedisi ini, tim menyusuri sejumlah jalur yang dinilai perlu mendapat perhatian khusus. Pemantauan difokuskan pada tiga hal. Pertama, mendeteksi aktivitas manusia yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. Tim memeriksa tiga pondok yang sebelumnya digunakan oleh pencari gaharu untuk memastikan kondisi di sekitarnya dan melihat apakah ada tanda-tanda aktivitas baru atau potensi sumber api.
Kedua, tim memetakan sumber-sumber air yang dapat menjadi bagian penting dalam penanganan jika terjadi kebakaran. Ketiga, tim mengidentifikasi dataran tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai titik pemantauan untuk membantu mendeteksi kemunculan asap dari area yang lebih luas.
Di tengah kegiatan pemantauan tersebut, tim juga menjumpai berbagai satwa liar, antara lain ayam hutan, babi hutan, kijang, rangkong, dan julang emas. Perjumpaan ini menjadi bagian dari catatan lapangan yang menunjukkan bahwa kawasan yang dipantau masih mendukung keberadaan berbagai jenis satwa liar.
Tantangan di Lapangan
Perjalanan menuju beberapa jalur pemantauan menjadi bagian yang cukup menantang dalam ekspedisi ini. Medan yang terus menanjak membutuhkan tenaga ekstra, sementara hujan deras membuat jalur licin dan memperlambat pergerakan tim.
Tantangan lainnya adalah keterbatasan sumber air. Sepanjang jalur yang dilalui, tim tidak menemukan sumber air yang dapat digunakan sehingga harus mengandalkan persediaan yang telah dibawa. Kondisi tersebut membuat pengaturan konsumsi air dan logistik menjadi semakin penting selama perjalanan.
Meskipun menghadapi berbagai kendala, ekspedisi ini memberikan pengalaman penting bagi tim dalam memahami kondisi kawasan secara langsung. Pengalaman di lapangan juga menjadi bagian dari proses evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi dalam pelaksanaan patroli berikutnya.
Pemantauan risiko kebakaran merupakan pekerjaan yang membutuhkan konsistensi. Setiap jalur yang diperiksa, aktivitas manusia yang dicatat, lokasi sumber air yang dipetakan, dan kondisi kawasan yang didokumentasikan menjadi bagian dari upaya membangun sistem perlindungan hutan yang lebih siap menghadapi ancaman kebakaran.
Text by: REPPHK Team, PT RHOI, East Kalimantan