07 Sep, 2026
MENJAGA HUTAN, MENJAGA RUMAH BAGI KEHIDUPAN
Dukungan Konservasi
Hutan bukan hanya hamparan pepohonan yang perlu dijaga dari kerusakan. Di dalamnya terdapat beragam flora dan fauna yang bergantung pada kondisi kawasan yang aman dan tetap terjaga.
Karena itu, upaya konservasi tidak hanya dilakukan melalui rehabilitasi satwa atau pemulihan tutupan hutan. Menjaga keutuhan kawasan dan memastikan batas-batasnya tetap terlindungi juga merupakan bagian penting dari pekerjaan konservasi.
Bagi PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI), salah satu cara menjalankan tanggung jawab tersebut adalah melalui patroli rutin di kawasan hutan yang dikelolanya.
Mengenali Potensi Gangguan di Lapangan
Menjaga kawasan hutan berarti memahami berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu kondisi dan fungsi kawasan tersebut. Ancaman tidak selalu berbentuk pembukaan lahan dalam skala besar. Aktivitas seperti penambangan tanpa izin, perambahan, pembangunan pondok di dalam kawasan, perburuan satwa liar, maupun pembukaan akses secara tidak terkendali juga perlu menjadi perhatian.
Jika tidak dipantau, aktivitas tersebut dapat berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap lingkungan. Penambangan di sekitar aliran sungai, misalnya, berpotensi memengaruhi kualitas air dan kondisi sempadan sungai. Sementara itu, pembukaan tutupan hutan dapat mengurangi kualitas habitat dan mengubah kondisi kawasan yang menjadi tempat hidup berbagai satwa.
Karena itu, keberadaan tim di lapangan menjadi penting. Patroli memungkinkan tim melihat secara langsung kondisi kawasan, mendokumentasikan temuan, serta mengambil langkah yang sesuai apabila menemukan potensi gangguan.
Patroli di Hulu Sungai SKA
Pada pertengahan Juli 2026, tim patroli RHOI melakukan pemeriksaan di kawasan hulu Sungai SKA. Selain memantau kondisi kawasan, tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat yang ditemui mengenai potensi dampak aktivitas penambangan emas tanpa izin terhadap lingkungan sekitar, khususnya kondisi sungai.
Perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu dan tenaga. Tim menggunakan sepeda motor untuk mencapai bagian kawasan yang dapat diakses melalui jalur darat. Kondisi medan yang curam membuat kendaraan harus dilangsir satu per satu di beberapa bagian perjalanan.
Situasi semakin sulit ketika sebagian jalur tertutup oleh longsoran tanah. Karena tidak tersedia akses penyeberangan di lokasi tersebut, tim kemudian harus melanjutkan perjalanan dengan menyeberangi aliran Sungai SKA. Bebatuan yang licin dan arus yang deras membuat penyeberangan harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Dalam perjalanan tersebut, seorang personel sempat terpeleset dan hampir terbawa arus. Anggota tim lainnya segera memberikan pertolongan sehingga ia dapat kembali ke tempat yang aman.
Kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa patroli di kawasan hutan tidak hanya membutuhkan pengetahuan mengenai kondisi kawasan, tetapi juga kesiapan menghadapi berbagai situasi yang dapat muncul di lapangan.
Patroli juga bukan semata-mata tentang menemukan pelanggaran. Kehadiran tim di lapangan menjadi bagian dari upaya pencegahan. Ketika menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu kawasan, tim dapat melakukan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat, mencatat kondisi di lapangan, serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait sesuai dengan kewenangan dan prosedur yang berlaku.
Pendekatan ini penting karena menjaga kawasan konservasi membutuhkan lebih dari sekadar pengawasan. Hubungan dan komunikasi dengan masyarakat di sekitar kawasan juga menjadi bagian dari upaya menjaga hutan dalam jangka panjang.
Menjaga Hutan, Menjaga Masa Depan
Kawasan hutan yang tetap utuh memberikan ruang bagi satwa liar untuk hidup, mencari makan, bergerak, dan berkembang biak. Karena itu, menjaga kawasan bukan hanya berarti melindungi pohon atau garis batas di atas peta, tetapi juga mempertahankan ruang hidup yang dibutuhkan oleh berbagai makhluk yang bergantung padanya.
Bagi tim RHOI, setiap patroli merupakan bagian dari pekerjaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Medan yang sulit, perubahan cuaca, maupun berbagai kondisi yang ditemukan di lapangan merupakan bagian dari tantangan yang harus dihadapi.
Di balik setiap perjalanan patroli, ada upaya untuk memastikan bahwa kawasan tetap terpantau, potensi gangguan dapat dikenali sejak dini, dan komunikasi dengan masyarakat terus terjaga. Karena pada akhirnya, menjaga hutan berarti menjaga rumah bagi kehidupan yang ada di dalamnya.
Text by: Tim REPPHK, PT RHOI, Kalimantan Timur