03 Feb, 2025
ROMBONGAN “PARTY ORANGUTAN” BERTEMU KEMBALI
Orang Utan
Masih ingat dengan cerita Hamzah yang merusak pesta Lesan dan Sayang? Terhitung sudah dua tahun sejak terakhir kali orangutan Sayang dan anaknya (kiri), serta Lesan dan anaknya (kanan) berkumpul bersama di sekitar Kamp Lesik. Dua pasang anak dan ibu ini masing-masing menggendong anak kedua mereka yang berusia sekitar dua tahun, sedangkan sulung mereka yaitu Ayu dan Padma sudah beranjak mandiri dan tidak lagi mengikuti induk-induk mereka.
Kehidupan Orangutan Lesan dan Sayang Setelah Dilepasliarkan
Lesan merupakan orangutan yang dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen pada tahun 2012. Lima tahun setelah dilepasliarkan, Lesan terpantau membawa satu bayi yang kemudian kami beri nama Ayu. Ketika Ayu sudah mulai berusia sekitar 6 tahun, Lesan kembali melahirkan anak keduanya di awal tahun 2023.
Baca juga: DINAMIKA KELUARGA BARU LESAN
Sedangkan Sayang dilepasliarkan pada tahun 2013. Hampir sama dengan Lesan, Sayang juga terpantau membawa bayi pertamanya pada 2018 dan kemudian kami beri nama Padma. Ia terpantau membawa anak keduanya pada pertengahan tahun 2023. Meskipun tidak sesering Lesan, Sayang juga suka berada di sekitar kamp dan memantau aktivitas tim kami di lapangan tanpa mengganggu. Baik Lesan maupun Sayang pandai dalam mengasuh anak-anak mereka. Keduanya mampu mengajarkan kemampuan bertahan hidup yang diperlukan oleh anak-anak mereka kelak.
Anak Kedua Lesan dan Sayang
Lesan dan Sayang baru-baru ini kembali mendatangi Kamp Lesik. Tidak lupa masing-masing menggendong anak kedua mereka. Keduanya kini sedang dalam tahapan mengikuti dan mengamati ibu mereka untuk belajar hidup di alam liar.
Baca juga: SAYANG IBU YANG BAIK
Keberadaan empat orangutan ini disadari saat terdengar suara tumbukan dari rerimbunan pohon bambu di belakang kamp. Dua pasang ibu dan anak ini berpindah dan berayun di antara pepohonan bambu sambil mengunyah beberapa daun muda. Tim kami langsung melakukan observasi dan memotret keberadaan mereka.
Menghabiskan Sisa Hari di Dekat Kamp Lesik
Puas dengan daun muda, Lesan dan Sayang berpindah ke kebun ubi yang ada di sebelah kamp. Keduanya menggali tanaman ubi tersebut dan menyantapnya. Jangan lupakan bayi-bayi yang ada di gendongannya. Mereka hanya diam mengamati apa yang dilakukan oleh induknya sambil sesekali mengambil apa yang ada di tangan atau mulut induknya.
Setelah ubi yang mereka incar sudah habis, Sayang dan Lesan berpindah tempat dan menemukan buah labu serta berujung mengisi perut mereka dengan labu tersebut. Bahkan, kangkung yang sengaja ditanam di kamp untuk persediaan logistik tim kami pun ikut dihabisi oleh Sayang, Lesan dan anak-anak mereka.
Baca juga: PARTY ORANGUTAN
Setelah puas menghabiskan apa yang mereka temukan, keduanya segera berpindah ke dalam rerimbunan pohon di depan kamp dan berayun dari dahan ke dahan untuk masuk lebih jauh ke dalam hutan. Pengamatan pun dihentikan karena hari semakin gelap dan tim kami memutuskan untuk membiarkan dua pasang ibu dan anak ini menikmati waktu mereka untuk membangun sarang dan beristirahat hari itu.
Orangutan menghabiskan sebagian besar waktunya makan dan sisanya untuk menjelajah, bersosialisasi, mengutui, bermain, membuat sarang, dan istirahat. Oleh karena itu, tidak heran jika aktivitas yang dilakukan oleh Sayang dan Lesan pada sore hari itu adalah makan. Bedanya dengan party mereka sebelumnya yaitu tidak ada orangutan Hamzah yang kini menghancurkan acara makan-makan mereka sore itu.
Teks oleh: Tim Biodiversity-PRM, PT. RHOI di Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur