13 Okt, 2025
ADAPTASI TENANG MENUJU KEHIDUPAN LIAR
Post Release Monitoring
Masih ingat dengan orangutan Sie-Sie yang dilepasliarkan pada bulan April lalu? Tidak seperti kebanyakan orangutan yang langsung memanjat pohon atau menjauh dengan tenang, Sie-Sie justru menunjukkan perilaku agresif. Ia terlihat stres akibat perjalanan panjang menuju titik pelepasliaran. Reaksi seperti ini memang sering ditemui pada satwa liar, khususnya individu dominan seperti Sie-Sie. Perubahan lingkungan, kehilangan rutinitas, dan stres perjalanan bisa memicu respons yang kuat.
Meski sempat agresif, tim teknis berhasil menjalankan proses pelepasliaran tanpa hambatan berarti dengan menghindari kontak langsung. Namun, pelepasliaran hanyalah awal dari perjalanan panjang adaptasi Sie-Sie di alam liar.
Awal yang Lambat
Dalam minggu-minggu pertama setelah pelepasliaran, Sie-Sie lebih banyak menghabiskan waktu di tanah. Ia tidak membangun sarang di atas pohon, melainkan membuat sarang sederhana dari dedaunan dan ranting di antara akar dan semak. Bahkan, ia masih mengonsumsi sisa-sisa makanan dari proses pelepasliaran.
Baca juga: SAKSIKAN PERJALANAN KEMBALI KE ALAM LIAR
Meski begitu, Sie-Sie tetap menunjukkan tanda-tanda bertahan hidup. Ia mencari pakan alami seperti umbut, rayap, dan daun muda. Walaupun enggan memanjat, ia mulai mengenali sumber makanan di sekitarnya.
Mulai Menemukan Zona Nyaman
Memasuki bulan pertama adaptasi, Sie-Sie mulai mengeksplorasi area di sekitar lokasi rilis. Ia belum berjalan jauh, tetapi sudah memiliki “zona nyaman”, sebuah area dekat sungai tempat ia sering terlihat bersantai, minum, atau hanya duduk menghadap arus air.
Baca juga: INTEROBSERVER: PENYAMAAN PERSEPSI DALAM OBSERVASI ORANGUTAN
Menariknya, meskipun sesekali ia memanjat pohon untuk mengambil ranting, ia tetap memilih beristirahat di tanah. Gaya hidupnya menyerupai orangutan yang santai, tenang, namun tetap waspada terhadap lingkungan sekitarnya.
Perubahan Adaptasi Sie-Sie yang Positif
Seiring waktu, agresivitas Sie-Sie mulai menurun. Jika sebelumnya ia mudah bereaksi dan cenderung menyerang saat didekati, kini ia lebih memilih untuk menghindar. Ini merupakan pertanda baik dalam proses adaptasi.
Pola makannya pun sudah stabil, dan ia mulai memperluas area jelajahnya, meskipun masih dalam radius yang terbatas. Aktivitas hariannya meliputi mencari umbut dan buah ara (Ficus sp.), membangun sarang di tanah, berjalan di sekitar lokasi, memanjat pohon sesekali, dan beristirahat di tepi sungai.
Rewilding Sie-Sie: Proses yang Membutuhkan Waktu
Sie-Sie mungkin bukan tipikal penjelajah jauh atau pemanjat pohon yang tangguh, tetapi ia perlahan menemukan ritme hidupnya sendiri. Hingga masa akhir pemantauan, ia masih terlihat di sekitar titik pelepasliaran. Namun, mendekati akhir bulan, keberadaannya mulai sulit dilacak. Ia tidak lagi muncul di titik-titik pengamatan harian, namun tidak ada indikasi bahwa ia pergi jauh. Besar kemungkinan ia mulai menjelajah area yang lebih tersembunyi, sebuah pertanda positif dalam konteks meliarkan kembali atau rewilding.
Baca juga: BABAK BARU PELEPASLIARAN ORANGUTAN KE-27 KE HUTAN KEHJE SEWEN
Sie-Sie belum sepenuhnya menjadi orangutan liar yang sempurna. Namun, ia telah menunjukkan kemampuan penting: tidak lagi bergantung pada manusia, mampu mencari makanan sendiri, dan tahu bagaimana menjaga jarak dari manusia. Perjalanan adaptasi ini menjadi pengingat bahwa kembali ke alam bukanlah proses yang instan. Setiap individu memiliki waktu dan cara mereka sendiri. Sie-Sie memilih jalan yang lebih tenang, lebih lambat, namun tetap mengarah ke satu tujuan: menjadi bagian dari alam yang sesungguhnya.
Teks oleh: Tim Biodiversity-PRM, PT. RHOI di Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur