06 Jul, 2026
PENTINGNYA REGENERASI SDM UNTUK KEBERLANJUTAN RESTORASI HABITAT ORANGUTAN
Pemberdayaan Masyarakat
Hutan adalah rumah bagi orangutan. Sayangnya, orangutan tidak bisa menjaga rumahnya sendirian karena ancaman yang datang lebih besar daripada kemampuannya.
Maka dari itu, diperlukan peran besar dari manusia untuk ikut menjaga hutan. Namun, manusia sendiri memiliki keterbatasan terkait umur dan pengetahuan. Kondisi ini memotivasi Tim Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (PT RHOI) untuk melakukan kegiatan yang bertujuan untuk regenerasi sumber daya manusia (SDM) agar terus ada generasi yang bisa menjaga hutan seisinya.
Gambaran Habitat Orangutan Hari Ini
Untuk memahami mengapa regenerasi SDM begitu krusial, kita perlu melihat dulu seberapa berat tekanan yang sedang dihadapi habitat orangutan saat ini:
- Indonesia memiliki kisaran 14 juta hektare habitat orangutan, tapi hanya 20-24 persen yang berada di kawasan konservasi, sisanya tersebar di kawasan hutan produksi, perkebunan, pertambangan, dan area penggunaan lain. Artinya, sebagian besar rumah orangutan justru berada di luar zona aman dari ancaman alih daya lahan.
- Tekanan yang tidak kalah menakutkannya dijelaskan lewat data dari Indonesia Forest Watch yang menyebutkan bahwa dari tahun 2000–2017, hutan Kalimantan menjadi penyumbang terbesar angka deforestasi di Indonesia.
Kondisi ini tidak hanya membuat habitat orangutan menyusut, tapi juga terpecah menjadi kantong-kantong kecil yang terisolasi satu sama lain. Ketika koridor hutan yang menghubungkan satu kawasan dengan kawasan lain hilang, populasi orangutan terjebak dalam area yang semakin sempit, kehilangan akses ke sumber pakan, dan menjadi rentan terhadap konflik dengan manusia.
Maka dari itu, restorasi habitat menjadi jawaban yang tidak bisa ditawar yang kenyataannya membutuhkan waktu, dan waktu hanya bisa diisi dengan konsistensi dari orang-orang yang menjalankannya, generasi demi generasi.
Baca juga:
- Merawat Warisan Alam Bersama Masyarakat Adat
- Menjaga Hutan, Membangun Masyarakat
- Menemukan Pohon Induk, Menjaga Generasi Baru
Kondisi Masyarakat Dalam Merespon Kondisi Habitat Orangutan
Krisis habitat tidak hanya soal angka kehilangan hutan, tetapi juga soal bagaimana masyarakat di sekitarnya merespons situasi yang terus berubah.
Namun, perlu disadari juga bahwa masyarakat berada dalam kondisi yang dilematis karena keperluan ekonomi mesti dipenuhi, sedangkan hutan juga sudah jadi bagian dari hidupnya. Maka dari itu, penting untuk melibatkan, memberikan pemahaman, dan menyarankan alternatif penghidupan yang berkelanjutan.
Inilah yang membuat regenerasi SDM lebih dari sekadar mencari pengganti bagi staf yang pensiun. Ini tentang membangun ekosistem manusia yang memiliki kapasitas dan komitmen untuk melanjutkan kerja restorasi dalam jangka waktu yang bisa saja sangat panjang.
Regenerasi SDM Sebagai Upaya Jangka Panjang Restorasi Habitat Orangutan
Melihat kebutuhan mendesak ini, Tim Restorasi Habitat Orangutan Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Pengukuran Karbon dan Penyusunan Dokumen Rancangan Aksi Mitigasi (DRAM) pada 22–27 Juni 2026 di Samarinda, Kalimantan Timur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung pengelolaan kawasan restorasi yang berkelanjutan sekaligus berkontribusi terhadap upaya mitigasi terhadap adanya potensi perubahan iklim.
Pelatihan ini juga menghadirkan tim pengajar dari PT Semesta Himba Borneo yang memberikan pembelajaran terkait konsep dasar dan kebijakan karbon, metode pengukuran karbon, pengumpulan, dan pengolahan data lapangan.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat dalam mendukung pengelolaan kawasan restorasi yang efektif, berbasis ilmu pengetahuan, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.