02 Sep, 2024
PERTEMUAN “RUMAH BELAJAR” YANG MENYENANGKAN DI MUARA WAHAU
Pemberdayaan Masyarakat
Bulan Juni lalu, tim pemberdayaan masyarakat kami yang berada di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur berhasil menyelenggarakan kegiatan Kumpul Ceria Rumah Belajar. Kegiatan ini, dihadiri oleh hampir seluruh anak-anak dari berbagai usia yang terdapat pada desa Dea Beq, desa Diaq Lay, dan desa Bea Nehas.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini terdiri dari beberapa agenda, mulai dari video sampai dengan permainan-permainan kekompakan. Agenda pertama ialah menonton beberapa video informasi mengenai orangutan, proses rehabilitasi orangutan dari mulai sekolah hutan sampai dengan proses pelepasliaran. Tujuan dari penayangan video tersebut adalah untuk memberikan pengetahuan tambahan kepada anak-anak mengenai orangutan dan pentingnya menjaga satwa endemik ini.
Baca juga: AKTIVITAS ‘RUMAH BELAJAR’ DI DESA DEA BEQ
Setelah menonton, anak-anak kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan diberikan tantangan berupa puzzle kata yang jawabannya merupakan isi dari video tersebut. Setiap kelompok kemudian diminta untuk menjawab 3 pertanyaan dengan cara menempelkan kata-kata yang telah disusun sebelumnya. Selesai dengan permainan pertama, anak-anak kemudian melakukan berbagai permainan kelompok, seperti eksperimen filter air, membuat prototipe gunung meletus, membuat lukisan kolase dari daun-daun kering, permainan keseimbangan kapal karam, memindahkan bola, sampai dengan pencarian harta karun. Semua permainan kelompok ini bertujuan untuk melatih kreativitas, cara mereka berpikir kritis, sekaligus skill kerja sama mereka dengan anggota kelompok satu sama lain.
Salah satu permainan yang unik ialah eksperimen filter air. Melalui eksperimen ini, anak-anak dapat mengetahui bahwa air yang keruh sekalipun masih dapat digunakan dengan diubah menjadi air jernih menggunakan proses penyaringan. Permainan lainnya yang tidak kalah seru ialah permainan keseimbangan kapal karam. Peraturan dari permainan ini ialah seluruh anggota tim harus berada dalam satu alas karung yang diibaratkan sebagai kapal. Permainan ini terdiri dari beberapa ronde karena karung yang digunakan ukurannya akan menjadi semakin kecil sedangkan seluruh anggota harus tetap menginjak alas tersebut sampai ronde terakhir. Permainan ini melatih kerjasama anak-anak dan berpikir cepat serta kritis dalam menyelesaikan suatu masalah. Anak-anak memiliki strategi yaitu menggendong teman sekelompoknya hingga tingkat. Selain itu, dengan permainan ini maka anak-anak dapat lebih akrab satu sama lain.
Baca juga: MENGINTIP RUMAH ADAT LAMIN
Lain halnya dengan eksperimen prototipe gunung meletus. Permainan ini didemonstrasikan dengan tujuan agar anak-anak dapat belajar mengenai reaksi kimia yang terjadi ketika zat asam dan zat basa tercampur. Cara melakukannya yaitu dengan memasukkan soda kue, detergen, dan pewarna makanan ke dalam botol. Bagian penutup ialah dengan memberikan cuka ke dalam miniatur gunung sehingga menghasilkan buih dari dalam dan membuat efek seperti gunung meletus. Meskipun secara geografis Pulau Kalimantan tidak terdapat gunung berapi, tetapi permainan ini diharapkan dapat menambah wawasan anak-anak lokal.
Kegiatan terakhir yang dilakukan adalah mencari harta karun. Anak-anak diberikan petunjuk pertama yang kemudian digunakan untuk mendapatkan petunjuk selanjutnya. Mereka akan mendapatkan tiga petunjuk dengan cara menebak dan petunjuk akan berakhir pada orang yang memegang voucher yang kemudian akan ditukarkan hadiah. Petunjuk yang diberikan tersebar merata di sekitar mess. Di antaranya adalah gerbang, papan nama perusahaan, garasi, dan tempat cuci tangan. Permainan ini dapat melatih kerja sama mereka dalam menemukan atau memecahkan petunjuk yang diberikan.
Baca juga: SEMARAK KEMERIAHAN LAQ PESYAI: TRADISI UNIK SUKU DAYAK WEHEA
Acara terakhir ialah pembagian hadiah untuk semua anak-anak. Setiap anak mendapatkan hadiah kecil berisi alat tulis yang didapat dengan cara mengambil bola kecil secara acak. Setelah itu tidak lupa semuanya ikut berfoto bersama untuk mengabadikan momen menyenangkan hari itu.
Teks oleh: Tim Pemberdayaan Masyarakat di Muara Wahau, Kalimantan Timur