13 Jul, 2026
BEHIND CONSERVATION 1: PERJALANAN LOGISTIK MENEMBUS HUTAN KEHJE SEWEN
Pemberdayaan Masyarakat
Di balik setiap kegiatan monitoring orangutan, patroli hutan, maupun penelitian biodiversitas, terdapat sebuah sistem yang memastikan seluruh operasional dapat berjalan dengan baik. Setiap bulan, tim logistik PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI) menempuh perjalanan menuju Hutan Kehje Sewen untuk mengirimkan berbagai kebutuhan operasional ke Camp Nles Mamse, Camp Lesik, Posko Simpang 67, dan Posko Pelangsiran.
Logistik yang dibawa tidak hanya berupa bahan makanan. Bahan bakar, perlengkapan camp, peralatan kerja, hingga kebutuhan sehari-hari seluruh personel harus tiba tepat waktu agar kegiatan konservasi dapat terus berlangsung.
Dari Muara Wahau Menuju Jantung Hutan
Sekitar tanggal 21 setiap bulan, tim mulai mempersiapkan seluruh kebutuhan operasional di Muara Wahau. Selama beberapa hari berikutnya, logistik dikumpulkan, diperiksa, dan dikemas sebelum diberangkatkan ke kawasan Hutan Kehje Sewen.
Perjalanan menuju Dermaga 67 memakan waktu sekitar tiga jam melalui jalan tanah yang kondisinya sangat bergantung pada cuaca. Saat hujan turun, medan berubah menjadi licin dan berlumpur sehingga kendaraan harus bergerak lebih hati-hati. Pada beberapa titik, kendaraan bahkan memerlukan bantuan winch untuk melewati jalan yang sulit dilalui.
Selain jalan berlumpur, tanjakan curam dan beberapa jembatan yang mengalami kerusakan juga menjadi tantangan tersendiri. Kondisi ini membuat waktu tempuh maupun jadwal distribusi sangat bergantung pada kondisi lapangan.
Perjalanan Berlanjut Melalui Sungai
Dermaga 67 menjadi titik peralihan dari perjalanan darat menuju jalur sungai. Seluruh logistik dipindahkan ke perahu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Camp Nles Mamse.
Sebagian logistik diturunkan di Posko Simpang 67, sementara sisanya diangkut menuju camp melalui sungai. Setibanya di lokasi, seluruh anggota tim bergotong royong memindahkan logistik ke gudang penyimpanan agar seluruh kebutuhan operasional siap digunakan.
Baca juga:
- Pentingnya Regenerasi SDM Untuk Keberlanjutan Restorasi Habitat Orangutan
- Menjaga Hutan, Membangun Masyarakat
- Festival Hudoq: Warisan Budaya Dayak yang Penuh Makna
Lebih dari Sekadar Mengirim Barang
Setiap karung beras, liter bahan bakar, perlengkapan keselamatan, hingga peralatan lapangan yang tiba di camp memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan konservasi. Tanpa sistem logistik yang berjalan secara rutin, kegiatan monitoring orangutan, patroli kawasan, penelitian biodiversitas, maupun pengelolaan habitat tidak dapat berlangsung secara optimal.
Perjalanan logistik ini menunjukkan bahwa keberhasilan konservasi tidak hanya bergantung pada apa yang terjadi di dalam hutan, tetapi juga pada kerja sama banyak orang yang memastikan seluruh sistem pendukung berjalan dengan baik.
Lanjutkan Perjalanan Behind Conservation
Pada episode berikutnya, kita akan melihat bagaimana tim tetap menjaga operasional camp ketika distribusi logistik tidak berjalan sesuai rencana.
Tahukah Anda?
Sebagian besar kebutuhan operasional di Hutan Kehje Sewen dikirim setiap bulan melalui kombinasi jalur darat dan sungai. Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang paling memengaruhi kelancaran distribusi logistik.