• Orangutan
    • Mengapa Orangutan
    • Habitat Orangutan
      • Tentang Habitat Orangutan
      • Peran Penting
    • Ancaman Terhadap Orangutan
    • FAQ Orangutan
  • Tentang Kami
    • Pekerjaan Kami
      • Reintroduksi Satwa
      • Restorasi Ekosistem
    • Tim Kami
    • Sejarah
    • Karir
    • FAQ RHOI
  • Galeri
  • Publikasi
  • Narahubung
ID
EN ID
MENU
  • Orangutan
    • Mengapa Orangutan
    • Habitat Orangutan
      • Tentang Habitat Orangutan
      • Peran Penting
    • Ancaman Terhadap Orangutan
    • FAQ Orangutan
  • Tentang Kami
    • Pekerjaan Kami
      • Reintroduksi Satwa
      • Restorasi Ekosistem
    • Tim Kami
    • Sejarah
    • Karir
    • FAQ RHOI
  • Galeri
  • Publikasi
  • Narahubung
English Indonesia
Kembali ke Cerita
13 Jul, 2026

BEHIND CONSERVATION 1: PERJALANAN LOGISTIK MENEMBUS HUTAN KEHJE SEWEN

Pemberdayaan Masyarakat

Di balik setiap kegiatan monitoring orangutan, patroli hutan, maupun penelitian biodiversitas, terdapat sebuah sistem yang memastikan seluruh operasional dapat berjalan dengan baik. Setiap bulan, tim logistik PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI) menempuh perjalanan menuju Hutan Kehje Sewen untuk mengirimkan berbagai kebutuhan operasional ke Camp Nles Mamse, Camp Lesik, Posko Simpang 67, dan Posko Pelangsiran.

Logistik yang dibawa tidak hanya berupa bahan makanan. Bahan bakar, perlengkapan camp, peralatan kerja, hingga kebutuhan sehari-hari seluruh personel harus tiba tepat waktu agar kegiatan konservasi dapat terus berlangsung.

Dari Muara Wahau Menuju Jantung Hutan

Sekitar tanggal 21 setiap bulan, tim mulai mempersiapkan seluruh kebutuhan operasional di Muara Wahau. Selama beberapa hari berikutnya, logistik dikumpulkan, diperiksa, dan dikemas sebelum diberangkatkan ke kawasan Hutan Kehje Sewen.

Perjalanan menuju Dermaga 67 memakan waktu sekitar tiga jam melalui jalan tanah yang kondisinya sangat bergantung pada cuaca. Saat hujan turun, medan berubah menjadi licin dan berlumpur sehingga kendaraan harus bergerak lebih hati-hati. Pada beberapa titik, kendaraan bahkan memerlukan bantuan winch untuk melewati jalan yang sulit dilalui.

Selain jalan berlumpur, tanjakan curam dan beberapa jembatan yang mengalami kerusakan juga menjadi tantangan tersendiri. Kondisi ini membuat waktu tempuh maupun jadwal distribusi sangat bergantung pada kondisi lapangan.

Perjalanan Berlanjut Melalui Sungai

Dermaga 67 menjadi titik peralihan dari perjalanan darat menuju jalur sungai. Seluruh logistik dipindahkan ke perahu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Camp Nles Mamse.

Sebagian logistik diturunkan di Posko Simpang 67, sementara sisanya diangkut menuju camp melalui sungai. Setibanya di lokasi, seluruh anggota tim bergotong royong memindahkan logistik ke gudang penyimpanan agar seluruh kebutuhan operasional siap digunakan.

Baca juga:

  • Pentingnya Regenerasi SDM Untuk Keberlanjutan Restorasi Habitat Orangutan
  • Menjaga Hutan, Membangun Masyarakat
  • Festival Hudoq: Warisan Budaya Dayak yang Penuh Makna

Lebih dari Sekadar Mengirim Barang

Setiap karung beras, liter bahan bakar, perlengkapan keselamatan, hingga peralatan lapangan yang tiba di camp memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan konservasi. Tanpa sistem logistik yang berjalan secara rutin, kegiatan monitoring orangutan, patroli kawasan, penelitian biodiversitas, maupun pengelolaan habitat tidak dapat berlangsung secara optimal.

Perjalanan logistik ini menunjukkan bahwa keberhasilan konservasi tidak hanya bergantung pada apa yang terjadi di dalam hutan, tetapi juga pada kerja sama banyak orang yang memastikan seluruh sistem pendukung berjalan dengan baik.

Lanjutkan Perjalanan Behind Conservation

Pada episode berikutnya, kita akan melihat bagaimana tim tetap menjaga operasional camp ketika distribusi logistik tidak berjalan sesuai rencana.

Tahukah Anda?

Sebagian besar kebutuhan operasional di Hutan Kehje Sewen dikirim setiap bulan melalui kombinasi jalur darat dan sungai. Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang paling memengaruhi kelancaran distribusi logistik.

  • Share
  • Logo Facebook
  • Logo Twitter

Cerita Lainnya

Pemberdayaan Masyarakat
RHOI MEMBANTU RITUAL NAQ LOM TETAP TERSELENGGARA
25 Oktober 2021
Pemberdayaan Masyarakat
MENJAGA HUTAN, MEMBANGUN MASYARAKAT
11 Mei 2026
Pemberdayaan Masyarakat
MERAWAT WARISAN ALAM BERSAMA MASYARAKAT ADAT
04 Maret 2026
PT. Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (PT. RHOI) didirikan oleh Yayasan BOS pada tanggal 21 April 2009 untuk menyediakan tempat aman yang permanen bagi orangutan agar mereka dapat hidup dalam kebebasan.
MENU
  • Orangutan
  • Tentang Kami
  • Galeri
  • Publikasi
  • Narahubung
DAPATKAN BERITA TERBARU KAMI

Dapatkan pembaruan eksklusif tentang pekerjaan kami dan bagaimana Anda dapat membantu.

KERJA SAMA
Copyright ©2026 RHOI. All RIghts Reserved. Site by Site by WEBARQ
Narahubung