• Orangutan
    • Mengapa Orangutan
    • Habitat Orangutan
      • Tentang Habitat Orangutan
      • Peran Penting
    • Ancaman Terhadap Orangutan
    • FAQ Orangutan
  • Tentang Kami
    • Pekerjaan Kami
      • Reintroduksi Satwa
      • Restorasi Ekosistem
    • Tim Kami
    • Sejarah
    • Karir
    • FAQ RHOI
  • Galeri
  • Publikasi
  • Narahubung
ID
EN ID
MENU
  • Orangutan
    • Mengapa Orangutan
    • Habitat Orangutan
      • Tentang Habitat Orangutan
      • Peran Penting
    • Ancaman Terhadap Orangutan
    • FAQ Orangutan
  • Tentang Kami
    • Pekerjaan Kami
      • Reintroduksi Satwa
      • Restorasi Ekosistem
    • Tim Kami
    • Sejarah
    • Karir
    • FAQ RHOI
  • Galeri
  • Publikasi
  • Narahubung
English Indonesia
Kembali ke Cerita
16 Feb, 2026

MENEMUKAN POHON INDUK, MENJAGA GENERASI BARU

Habitat Development

Upaya restorasi ekosistem di Hutan Kehje Sewen dilakukan melalui proses yang panjang dan saling terhubung. Salah satunya adalah kegiatan pengelolaan dan pembinaan habitat yang dijalankan oleh Tim Pengelolaan dan Pembinaan Habitat (RE-PPH) kami di Program Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (PT. RHOI). 

Menelusuri Hutan untuk Mencari Sumber Kehidupan

Sebelumnya, tim RE-PPH telah melakukan penanaman kembali di beberapa titik lahan terbuka menggunakan bibit yang disemai dan dirawat di pusat pembibitan di areal kamp monitoring. Namun, sebelum bibit-bibit itu tumbuh disemai dan ditanam kembali ditanam di hutan, ada satu tahapan penting yang sering luput dari perhatian yaitu pencarian pohon induk sebagai sumber benih.

Baca juga: MENANAM HARAPAN DI HUTAN KEHJE SEWEN

Untuk menemukan pohon induk, tim RE-PPH berangkat menyusuri kawasan Hutan Kehje Sewen dengan membawa perlengkapan survei. Tujuan mereka bukan sekadar patroli atau pemantauan, melainkan mencari pohon induk atau pohon-pohon terpilih yang sehat, besar, dan berkualitas baik, dan akan menjadi sumber benih bagi kegiatan restorasi hutan.

Di sepanjang jalur hutan, tim kami mengamati setiap batang pohon dengan saksama. Pohon induk yang dicari harus memenuhi sejumlah kriteria, seperti batang lurus, tajuk lebat, bebas dari penyakit, serta terbukti menghasilkan buah yang menjadi pakan orangutan, antara lain dari marga Ficus, Artocarpus, dan jenis pohon pakan lainnya. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam upaya pengkayaan vegetasi dan penyediaan pakan alami bagi orangutan.

Pendataan Pohon Induk sebagai Dasar Restorasi

Ketika menemukan pohon yang sesuai kriteria, tim kami kemudian berhenti untuk melakukan pendataan. Tinggi dan diameter pohon diukur, kondisi kesehatan dicatat, dan koordinat GPS direkam agar lokasi pohon induk dapat ditemukan kembali. Data ini menjadi dasar penting untuk pengambilan benih secara terencana dan berkelanjutan, tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem di sekitarnya.

Baca juga: PERAN GANDA “EMBUNG” BAGI HUTAN KEHJE SEWEN

Kegiatan ini tidak selalu mudah. Medan yang terjal, semak berduri, serta kondisi hutan yang rapat menjadi tantangan tersendiri. Namun, setiap pohon induk yang berhasil teridentifikasi membawa semangat baru bagi tim karena pohon-pohon tersebut akan berperan besar dalam menyediakan pakan dan ruang hidup bagi orangutan sekaligus biodiversitas lainnya di masa depan.

Dari Pohon Induk ke Nursery, Kembali ke Hutan

Benih yang berasal dari pohon induk inilah yang kemudian disemai dan dirawat di pusat pembibitan. Setelah cukup kuat, bibit-bibit tersebut ditanam kembali di areal hutan yang membutuhkan pengayaan vegetasi, sebagaimana telah dilakukan dalam kegiatan penanaman sebelumnya. Dengan demikian, proses restorasi berjalan dalam satu siklus utuh: dari hutan, dirawat di pembibitan, lalu kembali ke hutan.

Baca juga: PERJALANAN PENANAMAN DI HUTAN KEHJE SEWEN

Setiap pohon induk yang didata tentunya menjadi investasi jangka panjang bagi kelangsungan ekosistem. Pendekatan ini memastikan bahwa pohon-pohon yang ditanam merupakan jenis lokal yang sesuai dengan kondisi habitat dan kebutuhan biodiversitas, khususnya orangutan.

Mempersiapkan Habitat Alami bagi Orangutan

Melalui rangkaian kegiatan ini, tim RE-PPH di bawah program RHOI juga berupaya memulihkan Hutan Kehje Sewen tidak hanya sebagai kawasan hijau, tetapi sebagai habitat alami yang mampu mendukung kehidupan orangutan secara berkelanjutan. Ini juga sejalan dengan program reintroduksi Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) yang mana tujuan utamanya adalah menyediakan tempat pelepasliaran orangutan rehabilitan dari Pusat Rehabilitasi Samboja Lestari. 

Upaya restorasi ini menjadi bagian penting dalam persiapan Hutan Kehje Sewen sebagai kawasan pelepasliaran orangutan. Dengan habitat yang terjaga dan sumber pakan yang memadai, hutan ini diharapkan dapat menjadi rumah yang aman bagi orangutan untuk hidup, berkembang, dan melanjutkan siklus kehidupan alaminya.

Teks oleh: Tim RE-PPH, PT. RHOI di Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur

  • Share
  • Logo Facebook
  • Logo Twitter

Cerita Lainnya

Habitat Development
KEBERSAMAAN WARGA LOKAL SELAMA EKSPEDISI
04 November 2024
Habitat Development
KAMERA TRAP MENGUNGKAP KEBERADAAN BIODIVERSITAS YANG MELIMPAH
21 Juli 2025
Habitat Development
GAHARU: EMAS HARUM DARI HUTAN
12 September 2022
PT. Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (PT. RHOI) didirikan oleh Yayasan BOS pada tanggal 21 April 2009 untuk menyediakan tempat aman yang permanen bagi orangutan agar mereka dapat hidup dalam kebebasan.
MENU
  • Orangutan
  • Tentang Kami
  • Galeri
  • Publikasi
  • Narahubung
DAPATKAN BERITA TERBARU KAMI

Dapatkan pembaruan eksklusif tentang pekerjaan kami dan bagaimana Anda dapat membantu.

KERJA SAMA
Copyright ©2026 RHOI. All RIghts Reserved. Site by Site by WEBARQ
Narahubung